Di Indonesia sudah bukan hal yang aneh jika saluran air menjadi ‘tempat sampah’ yang panjang bagi masyarakat Indonesia. Orang-orang dengan seenaknya membuang sampah mereka ke saluran air, baik itu sampah rumah tangga maupun limbah industri.

 

Padahal dengan kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke saluran air akan merugikan mereka sendiri. Jika musim hujan datang, sudah dapat dipastikan saluran-saluran air akan meluap dan menyebabkan banjir. Banjir itu disebabkan oleh sampah-sampah yang tertumpuk dan tersangkut disana-sini sehingga menghalangi laju air. Tentunya banjir akan mengganggu aktivitas masyarakat. Dan masyarakat pun tahu bahwa banjir yang terjadi disebabkan oleh sampah yang mereka ‘biasa’ buang ke saluran air, namun hal tersebut tetap tidak dapat mengubah perilaku masyarakat tersebut dan membiarkan bencana banjir terulang setiap tahun.

 

Dari hal tersebut, Hamdani Abdulgani, ST., M.Si selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Wiralodra mengatakan bahwa civitas akademika Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Komputer Fakultas Teknik Universitas Wiralodra merasa terpanggil untuk mencoba menanggulangi sedikit akibat dari ‘kebiasaan’ mendarah daging masyarakat yang tinggal di sekitar Saluran Pembawa Sindu Praja di Desa Plumbon dan Desa Dukuh Kec.Indramayu Kab.Indramayu.

 

Di momen kali ini  civitas akademika Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Komputer Fakultas Teknik Universitas Wiralodra membuat suatu upaya kecil yang bekerja sama dengan warga Desa Plumbon dan Desa Dukuh Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu untuk mengadakan kegiatan ‘Bersih-bersih Saluran Pembawa Sindu Praja’.

 

Kegiatan bersih-bersih Saluran Pembawa Sindu Praja diprakarsai civitas akademika Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Komputer Fakultas Teknik Universitas Wiralodra ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 10 Oktober 2017 sekitar pukul 07.30.